Karaoke

Temen-temen SMA @Happy Puppy jogja

Temen-temen SMA @Happy Puppy jogja

Pertama kalinya aku kenalan dengan si karaoke gara-gara Bapakku beli mic sepasang dan CD2 karaoke campur sari. Saat itu aku masih SD dan sangat rajin bermain di kali dan sawah. Mungkin biar aku nggak lupa sama rumah makanya bapakku beli itu, hahaha, nggak juga sih. Nah jaman-jaman itu, tiap sore pulang TPA dari luar rumahku sudah terdengar lagu “Jatuh bangun aku mengejarmuuu…” atau ” Cintaku sekonyong konyong koder, karo kowe cah ayu sing bakul lemper, lempermu pancen super, ….”  yang dinyanyikan oleh bapakku dan terkadang duet dengan ibu atau teman-temannya. Zzzzzzz… aku iri! haha. Makanya bapakku terus nemenin aku beli VCD karaoke anak-anak, dan favoritku adalah… jeng jeng jeng Hadad alwi dan Sulis disamping Maysie “Ciluukbaa” (lupa tulisannya), Eno Lerian dan Trio Kwek-Kwek. Setelah itu, panggung karaoke, alias sofa ruang tamu, telah menjadi singgasanaku dan teman-temanku (Clara, Tia, Ira, dkk) buat karaokean hampir tiap hari sampai bosan. Dengan suara yang pas-pasan ini kami semua hobi menyanyi, dimanapun kapanpun bagaimanapun.. termasuk saat ketakutan melewai anjing gede waktu mau TPA, kami malah nyanyi-nyayi. Sampai jadi juara accapella pas 17an di kampung (conducted by Tia) :D Bahkan masing-masing tetanggaku itu punya alat-alat karaoke sendiri juga. Memang karaokean keluarga menjamur saat itu.

Seiring berjalannya waktu, karaoke di rumah sudah ditinggalkan. Microphone sudah copot kabelnya entah kemana, VCD sudah berganti DVD, Presiden Soeharto sudah diganti  Pak Habibi, Gusdur, lalu Megawati (loh?). Sampai jamannya Pak SBY saya sudah mulai aktif karaoke lagi. Waktu itu gara-gara diajak nyanyi di starbox Ambarukmo Plaza sama temen-temen alias tetangga-tetangga yang selalu heboh kemana-mana barengan karena liburan. Di star box itu suara kita bisa direkan di kaset dan diputar ulang serasa artis. Tapi sayangnya bayarnya per lagu dan mahal, sampai pada akhirnya kami menemukan NAV jogja. Disana puas sekali kita karaokenya. Hampir tiap bulan aku diajakkin mereka karaoke. Dan lagi-lagi ada yang lebih oke. Happy Puppy! Maaf ya jadi banding-bandingin dan sebut merk. Tapi Happy Puppy emang oke banget, udah lagunya lumayan update, gak terlalu mahal pula.

Temen-temen Kampus

Temen-temen Kampus

Dan sampai saat ini sudah tidak terhitung seberapa banyak aku sudah karaokean di tempat seperti itu.. Kok ya kebetulan teman-teman kos di Bandung apalagi teman-teman kuliahku juga gila karaoke. Biasanya kalo nggak di Project Pop dan NEO BIP ke Inul Vizta PVJ. Hmm.. sayang nggak ada Happy Puppy di Bandung :(

Maniaknya lagi, Indi ngasih tau tentang website buat karaoke, namanya karaokeparty. Menjamurlah saat itu aku tularkan di himpunan di kampusku. Tapi sayangnya gak semantap karaoke di tempat karaokean karena kurang bisa teriak-teriak. Nah, yang terbaru adalah saat temenku si Gembong ngasihtau ada website dan software karaoke, namanya Showtime. Disana kita bisa nyanyi-nyanyi, naikkin level, batle, dll. Gilaaaaaa :) ))

Hidup karaoke!!!

Sohib Senasib

Sebenarnya aku udah punya beberapa ide tulisan yang ingin aku posting di blogku ini tapi semua tersendat game2 onlen dan kesibukan lainnya (baca:main). tapi entah kenapa aku pengen nulis ini sekarang padahal besok udah UAS dan ada tugas asisten..hehe

Malam tadi setelah belanja bersama temanku senasib sepenanggungan si Indi, kami cerita-cerita dikamar dia (karena kamarku lagi berantakan parah) sambil minum susu murni rasa coklat. Awalnya, aku dipaksa menceritakan kisahku di SMA tentang first love bla bla bla secara utuh sambil makan nasgor kambing. Aku emang selalu cerita ke dia tentang apapun termasuk love-love an semua. tapi aku sangat sensitif jika menyinggung yg satu ini.  Soalnya yang ini menggenaskan dan semi abadi, lain dari yang lain, halah. Setelah panjang lebar cerita, merembetlah kemana-mana tapi masih satu topik dan kami berganti-ganti cerita. Sampai ada suatu titik dimana kami mengalami hal yang sama sangat mirip intinya tentang penyesalan karena telah menyia-nyaikan seseorang. Setelah di flash back, kami sadar bahwa kami sangat jahat. Huft, yang kuherankan kisah kami ini benar-benar mirip plek. Lha kok yo ndilalah podho nasibe.. Hahahaaaa.. sedih banget lah. Andai saja kami punya mesin waktu, tentunya akan lebih baik dari ini. Hmmm, tapi sebagai orang yang berprinsip “Tidak ada hal yang kusesali dalam hidup ini”. Jadi, yasudahlah, dan karena sangat berbahaya jadi aku nggak akan menulis detil disini.. Semoga nasib baik kami juga berbarengan, Amin :D

“Tamak”= Kemajuan Teknologi ??

Beberapa hari kemarin saya berkutat dengan presentasi PIA (Pengenalan Instrumentasi Astronomi), mata kuliah yang saya ambil semester ini. Hari-hari kuliah kebanyakan diisi dengan presentasi dan presentasi. Seru kan??

Giliran kelompok saya presentasi adalah mengenai BAB “Beating The Atmosphere” . Diawali dengan teman saya, Putri, yang menjelaskan mengenai atmosfer dan fenomena-fenomenanya, kemudia Adis lebih ke turbulensi yang disertai metode Kolmogorov dan parameter Fried, lalu Kak Comet mengenai Adaptive Optics dan Star Guiding, dan saya menjelaskan interferometer dan teleskop luar angkasa. Karena saya bagian gong nya, jadi saya bisa menyimpulkan bahwa ketamakan manusia = kemajuan teknologi. Tamak disini maksud saya bukan tamak yang negatif, mungkin lebih tepatnya “ketidakpuasan dan kehausan untuk mengetahui lebih banyak”. Dimana nyambungnya ya sama BAB presentasiku?? Jadi gini, kenapa atmosfer itu perlu dilawan? padahal kan manfaatnya luar biasa, subhanallah lah, mungkin manusia sudah tiada tanpa atmosfer. Tapi karena atmosfer itu juga merupakan halangan bagi pengamat di Bumi untuk mengamati objek-objek langit, maka pengamat-pengamat terdahulu ingin mengatasinya. Salah satu gangguan dari atmosfer tersebut adalah adanya turbulensi yang menyebabkan “goyangan” dari objek yang ingin kita amati, jadi nggak jelas gitu deh. Jadi pengamat menggunakan alat bernama Adaptive Optic(AO) untuk mendapat citra objek yang lebih oke. Tapi AO ini ceritanya butuh bintang referensi yang ada didekat objek target, nah karena di langit kadang tidak ditemukan yang seperti itu, makanya manusia bikin laser di langit untuk bikin bintang buatan. Oke, dengan begitu pengamatan Astronomi udah oke bukan?? Turbulensi Atmosfer sudah diatasi. Tapi, karena masih penasaran dan “tamak” itu tadi, jadi manusia kurang puas. Dibuatlah Instrumen pengamatan lagi yang diberi nama Interferometer, macam teleskop banyak jejer-jejer seperti gambar ini

Very Large Telescope

Sehingga para astronom dapat memperoleh citra objek yang lebih bagus lagi, kok?? karena makin gede teleskop itu makin oke. Hubungan sama teleskop jejer-jejer? Nah si Interferometer itu sendiri tujuannya agar seolah-olah besar teleskop itu adalah sebesar bentangan seluruh daerah teleskop yang jejer-jejer itu. Wow, keren ya.. Tapi itu diperlukan teknologi yang lebih canggih dan lebih rumit daripada single telescope.

Wah, jadi makin bagus aja dong pengamatan astronomi.. Jangan puas dulu, judulnya juga “tamak”, jadi masih belum puas nih ceritanya. Ternyata atmosfer belum puas menghalang-halangi kita. Dari semua spektrum gelombang, tidak semuanya tembus atmosfer. Yang paling sip adalah visual (panjang gelombang yang bisa kita jangkau) dan panjang gelombang radio. Jadi untuk memanfaatkan itu, dibuatlah teleskop radio. Mungkin kalau yang pernah lihat iklan Fanta “Hello” dari Alien, itu cowok yang ngomong itu tiduran di piringan teleskop radio. Kayak gini nih gambarnya.

VLA

Sudah puaskah para manusia-manusia yang bergelut di astronomi itu?? BELUM donk, tamak to the max, ga boleh setengah setengah ceritanya. Biar si atmosfer itu benar-benar tidak menghalangi pengamatan, diluncurkanlah observatorium di luar angkasa.. Nah, makin keren aja kan.. Salah satunya yang paling terkenal adalah Hubble Space Telescope, join NASA dan ESA ini telah menghasilkan image-image yang Subhanallah, MasyaAllah luar biasa.. Bintang, Planet, Supernova, Nebula, dan teman-temannya yang kadang bikin merinding waktu pertamakali lihat dulu.

Hubble Space Telescope

Hubble Space Telescope

Orion Nebulae

Orion Nebulae

Basa Jawa Selalu Gayeng

Minggi lalu ketika saya menjelajah postingan di group alumni SMA, saya mendapati ini:

School of Oriental and African Studies (SOAS) London, menetapkan bahasa Jawa sebagai bahasa wajib dipelajari mahasiswanya.

Karena berdasarkan Summer Institute for Linguistics (SIL) Ethnologue Survey 2011, penutur bahasa Jawa di dunia ternyata berjumlah 77,75 juta orang, lebih banyak daripada penutur bahasa Korea yang sebanyak 76,5 juta orang maupun bahasa Perancis yang hanya… sebanyak 76 juta orang. … Kemudian, berdasarkan penelitian, penggunaan bahasa Jawa lebih efektif dibandingkan bahasa Inggris sekalipun, setidaknya dalam 29 contoh berikut:

1. walk slowly on the edge (side) of the road = mlipir.
2. fall backward and then hit own head = nggeblak.
3. got hit by a truck that is moving backward = kunduran trek.
4. talk too much about unimportant thing = cangkeman.
5. smearing one’s body with hot ointment or liquid and then massaging it = mblonyo.

6. going without notice/permission = mlethas.

7. taking the longer way to get to the destination = ngalang

8. riding an old bicycle = ngonthel.
9. falling/ tripping forward (and may hit own face) = kejlungup.
10. side effect after circumcision = gendhelen.
11. hot pyroclastic cloud rolling down a volcano = wedhus gembel.
12. a small, sharp thing embedded inside one’s skin = susuben/ ketlusupen.
13. spending a lot of time doing nothing =mbathang.
14. feeling uncomfortable because there is something that smells bad = kambon.
15. things getting out from a container accidentally because of gravity = mbrojol.
16. get hit by thing collapsing on top of one’s head/ body = kambrukan/
17. drinking straight from the bottle without using glass, where whole bottle tip gets into the mouth = ngokop.
18. cannot open eyes because something is shining very bright = blereng.
29. cannot hold bowel movement = ngebrok.
20. something coming out from one’s rear end little by little = keceret/ kecirit.
21. hanging on tightly to something in order to be inert = gondhelan.
22. falling/ tripping accidentally because of a hole = kejeglong.
23. doing something without thinking about the consequences = cenanangan.
24. being overly active carelessly = pecicilan.
25. feeling unwell because of cold temperature = katisen.
26. making too much noise, disturbing other people= mbribeni / mblebeki.
27. tripping over accidentally caused by wires, cloths, gowns etc. = kesrimpet.
28. being alone (or with a companion) in the corner of a place/ room doing something suspicious= mojok.
29. pretend to be homeless, no money and never take shower=nggembel

Entah beneran atau nggak, tapi ternyata sampai ada di wikipedia juga.. :D Huwah, tapi kalo dipikir-pikir emang pakai istilah jawa itu lebih seru ketimbang bahasa lain. Bahkan kalo di bahasa Indonesiakan kadang jadi nggak lucu. hehe.. peace :p Boleh sih bangga, tapi jangan sampai kelewat fanatik sempit sampai merendahkan bahasa lain. Semua bahasa (terutama di Indonesia) itu oke-oke, pengen deh suatu saat bisa berbagai bahasa itu sebelum bisa berbagai bahasa di seluruh dunia. hahaha, maniak bahasa! yoben..

Pasangan Hidup

“Fu**ing boyfriend!”

Kata temenku dari Spanyol waktu aku tanya dia punya pacar atau enggak. Satunya bahkan bilang

“I believe in love but I don’t believe in married”

Katanya waktu makan siang bareng dulu di IAYC. Bahkan yang ekstrim adalah temanku disana yang lesbi. Ok, fine. Sejak saat itu pandanganku terhadap berpasangan makin luas. Ternyata tidak semua orang bermimpi punya pasangan sempurna untuk dinikahi, keculai muslim, karena menikah adalah ibadah dan penyempurnaan agama. Alhamdulillah aku muslim dan emang pengen nikah :p

Tapi, tiap kali ada orang yang ngomongin tunangan, nikah-nikah, dan pasangannya..

“La la la la la la….” galau , sebel, dan bosen karena belum punya pasangan sendiri. Sebenernya aku biasa aja kalo belum berpasangan sekarang, masih muda ini.. santailaaah  :p , tapi paling galau kalau orang tua udah ikut campur,

“Dek, udah tingkat akhir lho, besok pas wisudaan masa ga ada pendampingya?”  *semi bercanda sih

“Soooo???!!!” TT

Aku emang jarang curhat cowok ke ortu, paling sekali-kali doang dan nggak detail. Waktu aku putus ama doi dengan alasan yang ribet dan panjang aja pas ditanyain ortuku aku jawabnya:

“Gak bisa bagi waktu, Buk. Mau belajar aja”

Wedeeeeeeeeew, padahal alesanku itu enggak banget.

Paling aneh lagi kalau lagi jalan bareng temen-temen yang pada udah punya:

“Mum, kamu sama si Mr.X  itu aja..”

“Hahh? kok aku.. emoh..kalian aja” Kataku

“Yeeee, kami kan udah punya pasangan, kamu kan belooom!”

Buahahahaa, sebenernya bukannya sebel juga sih, kan mereka bercanda.. Lucu malah, tapi miris. bahkan si Mr. X itu macem-macem, ada temenku di kuliah luar prodi, bahkan mas-mas cleaning service.. Mamaaak.. :’(

Dan bosen, kalau selalu jadi obat nyamuk.. Pas SMA dulu parah banget, aku disuruh nemenin temenku tapi dikacangin waktu udah ketemu cowoknya dan parahnya adek kelas yang ngeliat aku sampe nyindir-nyindir.. “baygon.. baygon..” Duh, merananya aku waktu itu.. Untung temen-temnku sekarang kalo lagi sama pasangannya dan sama aku gak pernah nyuekin aku.. hahaha

Sebenarnya aku seneng-seneng aja sih, turut seneng kalau liat temen bahagia dengan pasangan masing-masing.. lucu-lucu pula tingkahnya, ada yang ngambekkan, cemburuan, telpon-telponan luama, smsan terus, ada juga yang slow aja. hihiihi.. Kalau mereka curhat ada yang sambil sesenggukkan, ketawa-ketiwi, malu-malu kucing, brani-brani buaya, ada juga yang datar. Temen-temenku itu ada yang baru jadian, udah setahunan, bertahun-tahun, baru putus, ngejar-ngejar tapi belum dapet-dapet,  LDR-an, baru tunangan, bahkan baru nikah.

Hmmmmmmmmmmppfffhhh.. Gak tau lah, tinggal nungguin jodoh yang lagi ditangan Tuhan.. Siapa ya kira-kira?? Wkwkwkwkwk. Aku paling males galau tentang ini, kurang keren dan kurang penting sebenarnya. Mending sambil nungguin si Pangeran, aku maen ama temen-temen, maen game, fesbukan, jalan-jalan, mengaji, belajar, ngerjain tugas, dll :D ahahahahahaaaa.. Gak ada usaha banget ya aku buat mendapatkan si pangeran entah siapa itu dan dari antah berantah pula. Ada dink, DOA! Sebenernya bingung juga sih, aku ini gak banget (gak pinter juga gak keren) dalam urusan kayak ginian, gak kaya temen-temenku. Mbuh ngopo..  Dari dulu kalau aku nyukain cowok, ya diem aja. Kalau ada yang ngedeketin aku, kalau aku ga suka ya aku cuekin, kalau aku suka ya aku tanggepin sekadarnya sampai yang nyukain jadi ilfeel kayaknya. bwahahaaa…

“Makanya jangan mathok standar terlalu tinggi, Mum” Kata temenku

“Standar apanya?? Emang aku nya belum laku-laku , ngece… :(

“Lah, yang nyukain kamu kan banyak to, ada si anu, itu, dia, belum lagi si kae. Semua mbok tolakki kabeh”

“-____- Mereka gak beneran suka ke aku kali, lagian si anu malah terlalu bagus buat aku makanya aku mundur, minder. Kayknya belum waktunya juga  ”

Memang pada kenyataannya si anu memang baik, pinter, alim, dan terlalu kasihan kalo sama aku. Dia jadi gitu deh.. Jadi aku relain aja sama yang se khufu ama dia biar kembali ke jalan yang benar.. opo seeeh?? Dan memang benar, aku merasa dulu belum waktunya aja. Gak pengen pacaran, pengen nikah aja langsung kalau emang udah waktunya nikah. Tapi karena aku jadi nggak mengenal cowok, makanya aku memberanikan berpasangan dulu, sekali. Meskipun banyak gak enaknya :( tapi jadi dapet banyak pengalaman :)

Sudah-sudah.. Wallahu A’lam :D

When I Was A Child

Foto scan2 an nih, hehe "Tari Merak waktu TK B"(Aya, Aku, Tia)


Dari kecil aku ingin melakukan ini itu sesuai keinginanku yang bejibun. Sepertinya ini ada sedikit pengaruh faktor dari orang tua ku yang terlalu membebaskan aku dari kecil. Mereka tidak pernah menghambat apa pun yang ingin aku kerjakan. Hampir tidak pernah mengkritik apa yang aku perbuat.

Nari kupu-kupu waktu TK.. :D (aku yang kanan,depan)

Nari kupu-kupu waktu TK A.. :D (aku yang kanan,depan)

Senang?? Iya dan tidak! “senang” karena bebas berkreasi dan berekspresi dan “tidak” karena kadang aku malah merasa tidak diperhatikan seperti teman-temanku yang di protect abis, diperhatikan, dimanja, bahkan seperti dipingit dan dikekang menjadi orang yang sesuai keingingan orang tuanya.  Namun aku merasa bersyukur disaat mendengar cerita-cerita seperti seorang temanku yang dimarahin ibunya karena nggak dibolehin les piano karena harus les ini atau itu, aku bahkan ditawarin les biola –yang malah kutolak mentah-mentah dengan alasan super nggak nyambung dan bikin nyesel yaitu “Gak mau, ntar kalo senar biola lepas trus kena mataku, aku jadi buta!!” Sewaktu kecil dulu aku ingat sekali aku tidak pernah melewatkan untuk mencoba semua hal yang terlintas dalam pikiranku, dan aku mencobanya dengan bebas, seperti :

-           Hampir tiap hari aku main di sawah menangkap belalang , memegang ular sawah tangkapan Pak Tani bersama teman-teman kecil.

-          Mandi lumpur mencari udang bersama teman-teman abangku lalu digoreng ibuku dan kami makan bersama.

-          Membuka perpustakaan mini “Kuda Laut” bersama Tia yang menghasilkan untung 5000 (sangat banyak untuk anak SD jaman dulu)

-          Janjian di rumahku hampir tiap hari sama Clara dan Adnan(Alm) jam 12 siang untuk nonton Cinta Paulina.

-          Membuka toko mainan (macam Time Zone mini tanpa listrik) bersama Clara, Ira, dll yang saat itu saingan dengan geng tetangga yang lain. Kami sering dicurangi teman-teman abangku, makanya bangkrut.

-          Main wayang-wayangan lengkap pakai layar tancep dan lilin (aku selalu jadi dalang yang ngawur :p).

-          Menjual jus buah sama Tia di halaman rumahku yang pembelinya hanya teman abangku, yaitu Bang Oyeng. Padahal kami sudah nge jus 4 botol besar dan akhirnya hanya dibuang.

-           Rekaman pakai kaset bak penyiar dan artis cilik, ada acara pura-pura telpon artis segala.

-          Foto-foto ala model sama Ira, Clara, Tia, dll pakai baju kondangan ibuku dan berbagai properti nyentrik. Lalu foto-foto model di sawah sama TRG (The Rarumangsa Geng).

-          Nelponin artis-artis cilik yang tenar saat itu kayak Sherina, Dhea Imut –kontaknya dapet dari Ira, tapi nggak pernah nyambung, yang ada dimarahin sama penjaga wartel karena kami berisik, di dalam box kecil berenam coba!

-          Bikin film horor bersama abangku dan Tia, aku selalu jadi hantunya pakai mukena ibu.. (aku selalu dapet peran yang aneh-aneh saat itu). Beberapa tahun yang lalu aku baru mendengar kalo video hantuku itu telah menyebar di kalangan teman-teman se- RW 16 perumahan Nogotirto ini. Hadeeeu, aibku..

-          Rekaman video bak Britney Spears yang lagi syuting video klip.

-          Menyamar menjadi Mbak Titiek (pakai kakaian kerja Ibuku plus bikin andheng-andheng besar di deket bibir) untuk mengelabuhi Ira, bahwa iya diterima acara “Mimpi Kali Ye” untuk bertemu Sherina. –Tia tertawa tak henti-henti waktu itu, dia gak pinter nyamar dan bohong, haha.

-          Mencuri bunga sepatu SDN Tuguran dan menghisapi madunya saat pulang dari TPA (Taman Pendidikan AlQur’an), lalu kalau hujan kami juga mencuri daun pisang untuk dijadikan payung.

-          Syuting india-indiaan di kaliurang waktu piknik keluarga dan tetanggaku (Ira, Tyas, Rizka, Wowogh, Abangku dan temennya , Rizky).  Aku jadi ceweknya dan cowoknya adalah Rizka, kami pakai wig dan selendang. (Tuh kan , peranku ga pernah bener), btw make up artis bahkan Ibuku sendiri.. *deeng!

Ulangtaun abang waktu aku TK.. (Aku dipangku Ibu, Bang Aad, Bang Adi)

Daftar diatas hanyalah beberapa hal yang kulakukan saat kecil (TK sampai SMP) bersama sahabat-sahabatku di rumah Nogotirto. Jika aku menambahkaan yang kulakukan saat bersama teman-teman sekolahku, sepertinya gak akan pernah habis-habis. Memoriku memang sulit lupa akan hal-hal menyenangkan seperti diataas. Bahkan kadang aku ingat apa warna baju yang kupakai saat itu. Hahahaa, memang aneh dan tidak normal kalo dipikir-pikir, yang penting aku dan sahabat-sahabat lawasku senang :D JAdi inget lagu lembayung Bali

"Teman yang terhanyut arus waktu 

We grow up!! (Wogh, Rizka, Puthex, Aku, Tia, Tyas, Ira : kri-kanan)

mekar mendewasa

masih kusimpan senda tawa kita

kembalilah sahabat lawasku

semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian

sosok yang mengaliri cawan hidupku

Bilakah kita menangis bersama

tegar melawan tempaan semangatmu itu

oh jingga”

Alhamdulillah aku sangat bersyukur karena sebagian besar sahabat-sahabatku itu masih disekelilingku walaupun beberapa sudah pindah rumah, sibuk, dan lain-lain, tapi waktu liburan seperti ini (maksudku liburanku ding :p)  kami masih sering kumpul dan bermain bersama  sambil mengenang masa lalu yang kadang memalukan, hahahaha :) ) I’ll always love you

Game Hard

Duh, biyuung,. tobat biyung..

My Shop - Clothing

Akhir-akhir ini kenapa saya jadi maen game kaya kesetanan gini ya.. Hmmm, mau tahu game-game yang seperti apa?? Itu lho yang game online di situs jejaring sosial ternama. Beberapa game diantaranya adalah The sims social, My Shop, CatleVille, dan Coco Girl. Yang paling dimainin banget sih yang the sims dan my shop. Alamaaaaaaaak, padahal ini sekarang sedang minggu-minggu UAS. Tapi sebagai mahasiswi yang bertanggung jawab, saya tetep belajar kok, meskipun disambi-sambi. Contohnya sekarang ini, seharusnya saya belajar Mekanika Benda Langit(MBL) dan Gravitasi Kosmologi B. Tapi saat belajar MBL, isinya rumus semua yang susah dimengerti dan saran dari kakak-kakak tingkat atas adalah :

“Idih, ngapain diturunin sendiri, rumus kayak gitu dihafalin aja..”

“Lah, kan aku nggak ngerti, mana bisa ngapalin rumus bejibun gitu, huuu”

“Kalo nurunin rumus sendiri dan ga sesuai sama bukunya pasti bakal disalahin, kalo mau protes, nilai ntar dikurangin juga lo”

“Appaaa?? Trus esensinya apa? Apa yang bisa dipahami” Tanya saya sok-sok an

“Esensinya adalah memahami jalan pikiran Pak ** dan mempertajam daya ingat dengan menghafal banyak dengan cepat. Hahaha”

“GODD! Help me :(

Saya bukan tipe orang yang bisa menghafal sesuatu yang tidak saya pahami dengan cepat, memang sih, kalo istilah-istilah biologi dulu hafalan saya lumayan karena saya suka menghafal yang saya suka dan paham Tapi ini… TT

Jadilah pelarian saya akibat stress ringan ini saya kembali ke game-game itu.. Ehm, ehm,, Don’t try this at home, nilai bakal jeblok!! Terbukti pas UAS Materi Antar Bintang kemaren saya hanya duduk termenung memandang soal mempraktekkan kampanya UAS bersih ( sampe bersih dari jawaban , huweee) Mencoba mengingat dengan keras soal : Fenomena apa yang terjadi di nebula Orion? Hmmmm… That’s completely my fault. I didn’t study so hard but played that game. Kakak angkatan sampai bilang :

“Eh, itu game-game penurun IQ tuh,,, nggak seru banget sih..”

JLEEEB!!!

Okay, sekarang saya akan ‘mencoba’ memulai mengurangi kapasitas waktu untuk game-game itu. Huh, ini semua kan gara-gara temen saya yang nular-nularin duluan, tapi tapi tapi saya juga nular-nularin ke temen-temen kampus lho, dan mereka juga nge game sekarang. Udah ah ribet, marilah nge GAME dan tetap bertanggung jawab :) ))

Game Hard, Sudy Hard, Eat Hard, Pray Hard, Shop Hard, Work Hard, Play Hard,.. -saran Ibu Yoshi di seminar Hiroshima

Fish Spa

Sore mendung tadi aku nganterin temenku, Indi, ke stasiun mau beli tiket pulang. Setelah urusannya beres dia ngajakin aku buat terapi ikan di stasiun itu yang katanya lebih murah dari yang di mall-mall. Eh, beneran dong, 15ribu aja padahal di PVJ 80rb..Karena paksaan Indi dan rasa pensaranku aku nyobain itu, pertama-tama kaki kita dibersihin sama penjaganya terus nyemplung deh. Awalnya ogah-ogahan karena geli, hahaaha.. Sudah kuduga, aku geli-an dan gak tahan.

Fish Spa (Gambar dari googling, gak sempet ng foto)

Tapi berhubung ini mbayar, ya aku kuat-kuatin nahan tawa sama Indi sampe gigitin lengan nahan geli.. Huaaaaaa, geli,, >,< Konon katanya ini ikannya bernama “Garra Rufa” – kayak nama temenku, wkwkwk.. berasal dari Turki gitu deh. Ikan-ikan kecil ini dijuluki Dokter Fish Spa karena mereka bermanfaat untuk kesehatan kita seperti memakan lapisan kulit mati sehingga kulit kita jadi bisa regenerasi jadi lebih halus, lembut, dan bersih. Terapi ini juga bisa sebagai relaksasi- khusunya kaki sih kalo tadi.

10 menit kemudian

“Udah gak geli ,Ndi” Kataku

lalu kita nyemplungin tangan juga, waaaaaaah, ikan2nya nempel, lucu, geli-geli

“Kayak lintah” kata Indi ” Ayo kita rutin Fish spa, Mum! hahaaaa”

-_______- Boleh sih, tapi brati harus nahan geli lagi donk,.. Dan menambah anggaran bulanan lagi, hiks2

Love at First Sight

Aku sering mendengar istilah seperti itu dari dulu, dari sinetron jadul, novel, drama-drama korea, atau cerita-cerita dari teman. Hal seperti itu sangat wajar sih, tapi dulu menurutku nggak keren. Seringkali orang yang seperti itu hanya berlandaskan fisik semata, karena cantik atau ganteng jadi langsung suka. Hmm,, gak dipungkiri juga sih aku kadang kaya gitu, tapi “suka” nya itu beda, hanya sekedar nge fans aja kok dan gak ke sembarang orang tampan jg. Jaman sekarang menurutku inner beauty lebih nonjol. Kalo ganteng tapi diajak ngobrol tetot, atau atitude nya jelek, dan gak menarik ya cukup berteman. Bukan bermakud sok pilih-pilih ya, siapa gue gitu lho? haha

SMA kelas XI (kiri : Nobo, Aku - yang kanan : Arin, Mita, Ated)

Waktu itu aku berumur 16 tahun (skarang 21, wow dah lama), hari pertama masa orientasi di SMA ku tercinta, SMA Teladan Jogja. Setelah sesi perkenalan satu-satu aku balik ke tempat dudukku yang kebetulan di belakang sendiri, mentok tembok, lalu secara nggak sengaja seseorang yang duduknya depan sendiri noleh ke belakang, matanya berpapasan sama aku. “Those was the time” I fell in love at first sight. SO?? nothing happened.. Aku cuma mengagumi diam-diam, dan bahkan sampai sekarang aku nggak pernah confess atau mencoba mendekatinya. Aku dulu introvert dalam hal curhat about love, jadi cuma temen deketku aja yang tau kalo aku suka sama si M itu, ( M = Male ), lalu tanggapan temanku pertama ” hah? siapa itu? ada ya yang namanya itu?” trus kan aku tunjukkin orangnya.. dan parahnya aku dibilangin gini ” heloo, dia cupu gitu, apanya sih yang kamu suka? yang lebih ganteng banyak lho!” Trus aku cuma ketawa ketiwi, emang sih saat itu si M sangat cupu, item, rambutnya kayaknya yang bikin tambah cupu tapi nggak tau kenapa aku suka aja. Terus kebetulan aku sempat sekelompok sama dia saat pembuatan tugas dan itu pertamakalinya aku ngomong sama dia, deg-deg an banget, supah gak penting lah :p . Terus setelah seminggu sekelas orientasi sama dia kami pisah kelas reguler. Tapi ternyata kami satu ekskul (off the record). Saat itu aku cuma bisa memandang dari jauh dan selalu mendoakan yang terbaik buat dia. Nggak tahu kenapa aku punya feeling kalo dia bakal jadi keren. Ternyata bener dia tambah populer dan ganteng, di kelas dua banyak yang suka mulai dari temen-temennya dan adik kelas juga. Dia jadi salah satu andalan di ekskul itu dan dia ikut berbagai macam ekskul lain dan lagi ikut banyak kepanitiaan juga, sampai sempat menjadi ketua. Temanku dulu yang bilang dia cupu hanya bisa diam.

Alkisah suatu kelucuan terjadi, jadi aku dan temenku cewek N lagi nglamun nggak sengaja memandang ke arah gerombolan orang dan spontan dia nanya “kamu suka sama salah satu orang disana ya?” hwwow, kok dia tau ya, aku cuma diam-diam malu dan terpaksa menjawab iya. Ternyata dia juga suka sama salah seorang disana. Temenku N itu cantik, baik, kalah banget lah aku dibandingin dia. Lalu kami meyebutkan ciri-ciri orang yang kami sukai itu dan ternyata ciri-cirinya sama hampir persis, sampai kami berkesimpulan kami menyukai orang yang sama padahal belum disebutkan namanya. Beberapa waktu kemudian kami mulai terbuka, dan menyebutkan ciri-ciri lebih lanjut. Setelah obrolan cewek yang panjang itu kami tertawa bersama sangat kencang karena ternyata kami menyukai orang yang berbeda. Ternyata mereka berciri-ciri mirip, dari kelas yang sama, agak “ndeso”, dll. Dan percaya atau tidak, kelas dua pun gebetan temenku si N yang bisa dibilang cupu kaya gebetanku itu juga jadi populer. Hmm..

Djaman SMA

Djaman SMA

to be continued

We’re not perfect, any of us..

We make mistakes,we screw up..

But then we forgive and moving forward..

( kutipan dari film The Last Song)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.