Hari ke-5 Korea Cherry Blossom Trip (KTX Seoul-Busan, Busan City Tour – Oryukdo Sky Walk, Haeundae, Dongbaekseom, Gwangali beach) – Blueboat Hostel Nampodong

Kamis, 31 Maret 2016

Di hari ke-5 ini, tenaga kami mungkin sudah terkuras karena trip kami rada gak santai biar tercapai tujuan-tujuan sesuai itin, tapi rasa gembira dan penasaran kami, juga counterpain dan habbatussauda yang kami konsumsi mengalahkan itu semua. Hingga akhirnya kami sampai di bagian selatan Korea Selatan, Busan. Jarak Seoul Busan kira-kira seperti Jogja-Surabaya, sekitar 300-an km, tapi waktu tempuh yang kami lalui luar biasa singkat, hanya sekitar 2.5 jam dengan shinkansen nya korea, KTX. Sebelum berangkat, Fiona, sang pemilik Guesthome menyiapkan peralatan dan ransum di dapur untuk sarapan pagi kami. Seperti biasa kami bekal  juga untuk di kereta, dan langsung ciaw ke Seoul Station. Pembelia KTX cukup mudah karena banyak counter, kami langsung beli untuk Seoul-Busan dan Busan-Daejeon (satu orang, total +/- 1 juta rupiah). Tiket seharga pesawat itu, kami simpan dengan hati-hati sambil menanti masuk kereta yang lokomotifnya berbentuk aneh itu.

Sebenarnya cukup banyak alternatif transport Seoul-Busan pp, yaitu Bus, pesawat, dan Kereta. Keretea sendiri ada beberapa jenis, kalau yang mirip di Indonesia namaya Mungunghwa, harga setengahnya KTX, tapi waktu tempuh juga 2 kali lebih lama, mirip dengan bus. Tapi kami megejar waktu dan penasaran dengan KTX, semoga Indonesia segera punya. Kabarnya sedang dibangun untuk Jakarta-Kabupaten Jabar. DI KTX sempet-sempetnya saya foto sama oppa army karena lagi booming Descendant of the Sun, tapi sayang blur dan oppa nya gak terlalu ramah, jadi males ambil lagi.

Btw, sesampainya Busan, entah mengapa kami semua sepakat, Busan bisa aja. Entah karena sedang mendung juga atau bagaimana, tapi kami udah lebih kesengsem sama Seoul, hahaha. Tapi jangan salah, kami cukup takjub dengan kota pelabuhan itu, banyak kapal kapal besar dan gedung-gedung industri tinggi menjulang. Kami juga senang karena di mana -mana banyak bunga bertebaran.

Perjalan kami menyusuri mungkin memang Busan agak sendu, karena kami juga ketinggalan bus. Jadi ceritanya, sesampainya di Busan Station, kami pesan BUTI (Busan City Tour) agar tidak nyasar-nyasar karena Busan tidak segampang Seoul untuk mencari Subway. Sebelum beli tiket BUTIyang kalau dirupiahkan sekitar 150ribu, kami menaruh backpack di loker stasiun, yang sangat banyak tersedia dan cukup mudah dan murah penitipannya.

Destinasi pertama kami adalah yang paling kami penasaran, yaitu Oryukdo Sky Walk. Saya lihat di running man sedangkan Tehe lihat di acara triplet Daehan Minguk Manse. Tapi setelah samapi sana,, alamaaakkk…. Keren sih, tapi sempit juga tempatnya, hahaha…

Di seberang Oryukdo sebenarnya ada Igidae Park, tapi bus terakhir jalur oryukdo tidak lama lagi akan menjemput jadi kami hanya sebentar. Padahal saat menunggu pergantian bus ke Haeundae lumayan membuang waktu juga. Di Haeunda pun kita  disambut burung gagak “Koaaakkkk koaaak koaaak” krik krik, ternyata sepi dan bingung karena mendung, tapi bagaimanapun akhirnya sampai juga di destinasi lagu “Busan Vacance” yang dinyanyikan Haha n Skull. Pantainya luas dan sangat bersih, cocok untuk wisata keluarga bawa anak kecil lari-lari.

Setelah sholat di sekitar Busan Aquarium, kami lanjut ke Dongbaekseom dan Gwangali untuk melihat Gwangan Bridge malam-malam. Niat awal masih ingin naik bus BUTI itu, tapi apa daya, karena kita kelamaan ambil video di haeundae, kami ditinggal bus terakhir, hiks hiks. Jadilah kami sempat bingung untuk menuju dongbaeok seom, karena aslinya kami juga gak paham di sana ada apa, hanya karena ada di lagunya Haha jadi ya saya masukin itin. Ternyata Dongbaek seom itu ga terlalu jauh dari Haeundae, kami pun jalan kaki. Di tengah jalan lagi-lagi kami bertemu ahjussi uwak.. Wkwkkww.. Sepertinya di sana kami menjadi favorit ahjuma dan ahjusi (Oppa oppa malah nyuekin-yaiyalaaah, haha).

Hari sudah mulai menggelap, kami akhirnya beremu Gwangali juga. Di sana dapat terlihat Gwangan Bridge, cukup sebagai tombo karena kami tak sempat ke Banpo Bridge di Seoul yang ada rainbow fountainnya.

DSCN2296

Setelah berpuas di Gwangali, di sinah saat puncak kelelahan karena kami gak nemu-nemu yang namanya subway. Internet tidak ada, orang-orang juga banyak yang gak bisa ditanyai bahasa Inggris. Jalaan dan jalaaaan sampai ujung lalu bertemu dengan bule yang udah tinggal di Busan lumayan, alhamdulillah. Dia memberi tahu arah subway terdekat yang ternyata masih jauh, lebih dekat bus stop,tapi dia juga gak yakin karena gak hafal. Dan Clara yang matanya sudah setengah hidup berkata,

“Hari ini ketoke aku rodo ‘weng’ deh.  Entah apa arti wng itu tapi kami semua tertawa. Akhirnya kami sampai bus stop yang di list nya ada bus malam yang menuju Busan Station, Alhamdulillah.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s